Tuesday, March 30, 2010

Jalan Keluar Yang Pengecut. Akankah Militer Indonesia (TNI) Secara Diam-diam Mengakui Kesalahannya?

The Straits Times, surat kabar setengah resmi Singapura, melaporkan
dari Jakarta:

“Laporan jurnalis Allan Nairn [re. pembunuhan oleh TNI] telah
menghancurkan harapan Jakarta agar Amerika Serikat mencabut
larangan yang telah berlangsung 12 tahun bagi pelatihan pasukan
khusus, Kopassus … Sebuah delegasi militer Indonesia telah berkunjung
ke Washington pada awal bulan ini untuk melobi pencabutan larangan
tersebut dan media-media di Indonesia melaporkan bahwa memang
ada tanda-tanda bahwa AS akan mencabut larangan tersebut. Namun,
temuan dari Nairn bisa mengkandaskan harapan tersebut . (Salim
Osman, "Report May Hit Bid to Lift US Military Ban," The Straits
Times, Friday, March 26, 2010).

Militer Indonesia (TNI) telah bereaksi dengan ancaman akan menahan
saya, dan saya sudah menyambut baik ancaman mereka itu serta menantang
mereka untuk maju terus jika mereka memang percaya akan apa yang selama
ini terus menerus mereka sangkal.

Jika TNI memang sungguh-sungguh tidak melakukan pembunuhan-pembunuhan ini -- sebagaimana juga ratusan ribu pembunuhan lainnya -- mereka boleh menyeret saya ke pengadilan terbuka, dimana kita bisa mendiskusikan fakta secara publik, bila perlu selama berbulan-bulan. Ini jauh lebih baikketimbang mengambil penyelesaian secara pengecut dan diam-diam mengakui kesalahan sambil kemudian membekap, menangkap, atau memanggil saya untuk diinterogasi tertutup dan/atau mendeportasi


1 comment: